Waktu Terbaik untuk Minum Susu

TRIBUNNEWS.COM - Susu, sudah banyak yang mengetahui kandungan gizi di dalamnya banyak memberikan manfaat bagi tubuh. Lantas, kapan waktu yang tepat untuk mengonsumsinya?
Hal ini dibahas dalam diskusi di grup facebook Gerakan Sadar Gizi. Kurnia Ayu melontarkan pertanyaan, "Minum susu itu baiknya pagi atau malam hari ya?"
Dalam diskusi ini, dr Rini Sjoekri menulis susu mengandung asam amino tryptophan suatu prekursor untuk neurotransmitter serotonin. Neurotransmitter ini bersifat menenangkan sehingga membantu proses tidur. "Jadi sebaiknya susu diminum sebelum tidur," kata Rini.
 
Kalsium dalam susu merupakan salah satu nutrisi terbaik untuk menjaga kesehatan tulang karena kalsiumnya lebih mudah diserap tubuh. Untuk hasil maksimal sebaiknya susu dikonsumsi pada malam hari. Pada malam hari osteoklas atau sel-sel penghancur tulang tidak bekerja. Pada malam hari aktivitas kita juga tidak banyak sehingga kalsium susu terserap optimal. "Kerja kalsium terutama malam hari. Jadi, jika tujuannya untuk meningkatkan penyerapan kalsium mengkonsumsi susu sebaiknya pada malam hari," tulis Nor Hasanah.
Benarkah Minum Susu Itu Bikin Gemuk?
TRIBUNNEWS.COM - Banyak yang beranggapan kalau mengonsumsi susu bisa membuat badan gemuk. Benarkah pendapat ini? Yuk simak ulasannya.
Rosihan Anwar SGz menuliskan di grup facebook Gerakan Sadar Gizi menjelaskan kalau mitos ini sungguh keliru. Kandungan kalori dalam susu hanya sekitar 60 kalori dalam 100 gram. Bahkan kandungan ini dapat lebih rendah lagi pada produk susu yang rendah lemak.
"Sebagai perbandingan, rata-rata orang memakan sekitar 1500-2000 kalori per hari. Maka asupan kalori yang diperoleh dari susu tak akan bisa membikin gemuk," kata ahli gizi dari Banjarmasin ini.
Kebanyakan orang yang takut gemuk setelah meminum susu karena suka mengonsumi susu full cream. Susu full cream kandungan lemaknya lebih tinggi dibanding susu cair karena belum dipisahkan lemaknya. Sayangnya, proses pemisahan lemak inilah yang kemudian membuat harga susu cair lebih mahal.
Sedangkan untuk rasa mual yang dialami setelah minum susu, hal itu disebabkan adanya individu yang mengalami intoleransi laktosa, yaitu kondisi di mana tubuh tidak dapat mencerna laktosa dengan baik. Penyebabnya adalah karena sejak kecil kurang terbiasa meminum susu sehingga enzim pencernaan yang berfungsi mengolah susu kurang berkembang dengan baik.
Untuk mengatasinya, awali dengan minum susu yang tidak mengandung laktosa, kemudian meningkat menjadi yang rendah laktosa. Jika pencernaan sudah bisa mentolerir, maka baru bisa benar-benar mencerna susu biasa dengan kandungan laktosa yang tinggi. Bagi orang yang memiliki intoleransi laktosa agar tetap mendapat asupan kalsium dari susu lewat yoghurt. Karena telah difermentasi, laktosa dalam yoghurt sudah diubah menjadi laktase yang mudah dicerna perut.
Pendapat Rosihan ini ditambahkan dokter Rini Sjoekri. Menurut Rini, minum susu itu bisa jadi gemuk karena proses inflamasinya, selain betacasein, lemak susu yangg jenuh jg pro-inflamasi.
Anda bisa menyiasatinya dengan susu rendah lemak. Namun, susu jenis ini membuat rasa susu menjadi tidak gurih. Karena tak ada rasa ini, tidak jarang ada yang menambah gula yang merupakan sumber karbohidrat.
"Jadi gula ini yang bikin gemuk lagi, karena adanya karbo sederhana. Jadi makanan proses yg dikatakan rendah lemak, malah kaya karbo hidrat sebagai penguat rasa. Sedangkan yang katanya zero kalori memakai gula buatan yang punya efek lain terhadap otak," papar Rini.
sumber : http://id.she.yahoo.com